Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Pemkab Mojokerto Terus Tingkatkan Kualitas Layanan PIK R di Sekolah

| September 21, 2022 | 0 Views Last Updated 2022-09-21T09:26:14Z


Liputanphatas.com || Mojokerto - Guna terus meningkatkan kualitas pengelolaan dan pelayanan pembina Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK R), Pemkab Mojokerto menggelar acara pembinaan bagi para Pembina PIK R di tingkat SMP dan SMA eks Pembantu Bupati Wilayah Mojosari, yang dilaksanakan di Pendopo Kecamatan Dlanggu, Kabupaten Mojokerto, Selasa (20/9/2022) kemarin.

Pembinaan tersebut diikuti 87 guru SMP dan SMA dari masing-masing Kecamatan Ngoro 18 orang, Kecamatan Kutorejo 21 orang, Kecamatan Mojosari 14 orang, Kecamatan Dlanggu 20 orang dan Kecamatan Pungging 14 Orang.

Melalui pers rilis Diskominfo Kabupaten Mojokerto, Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati menyampaikan harapannya kepada pembinda PIK R agar dapat merespon segala persoalan remaja khususnya di lingkungan sekolah. 

Remaja sebagai generasi penerus bangsa perlu dipersiapkan menjadi manusia yang sehat jasmani, rohani, mental dan spiritual. Namun,masih banyak masalah yang sering terjadi dikalangan remaja, seperti pergaulan bebas maupun pelecehan seksual dari orang dewasa.

Untuk mengatasi berbagai permasalahan remaja itu, Bupati Ikfina menjelaskan, salah satu upaya yang dilakukan pemerintah adalah melalui program generasi berencana (Genre) yakni pada Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK R) jalur pendidikan.

"Melalui PIK R, para remaja diharapkan mampu mengatasi permasalahannya sendiri, melalui strategi pendidik sebaya dan konselor sebaya, artinya remaja mampu mencapai dan menetapkan solusi akan permasalahan yang dihadapi rekan remajanya yang lain," jelas Bupati Ikfina, pada Rabu 21/09/2022.

Bupati Ikfina mendorong PIK R di lingkungan sekolah agar segera membekali anak-anak dengan pendidikan seksual. Ia menyebut anak-anak ini sudah mengalami fase remaja yang paling berbahaya yaitu aqil baligh.

"Kenapa berbahaya? Karena tubuhnya sudah dewasa, otaknya masih anak-anak. Ini yang namanya terjadi ketidaksetaraan antara aqil dan baligh. Secara tubuhnya remaja laki-laki dan perempuan ini sudah dewasa, tetapi secara pikiran masih anak-anak. Ini yang sangat bahaya, Karena akal memiliki fungsi bisa mengontrol nafsu. Kalau akalnya belum sempurna, akan menjadi repot," terangnya.

Bupati Ikfina pun berharap kegiatan ini harus berkelanjutan karena anak-anak sangat perlu pendampingan."Kalau kita tidak bergerak siapa lagi. Sedangkan orang tuanya di rumah tidak tahu apa-apa mengenai anaknya diluar. Termasuk ini juga dilakukan untuk pencegahan pernikahan usia dini," tegasnya. (Priyo).



Editor: Bairi.
×
Berita Terbaru Update